Jeritan Hati untuk Palestina !
Hati pedih penuh luka, tak satu kata pun pantas terucapkan untuk mengungkapkan kebiadaban israel laknatullah. Negara itu telah membabi buta meluluhlantakkan tanah suci palestina.
Mencabik-cabik kota gaza, memisahkan anak-anak dari orang tuanya, memisahkan orang tua dari anak-anaknya, menghancurkan masa depan setiap yang benafas di kota gaza. Entah kebiadaban apa lagi yang dapat dituliskan di sini, semua dapat melihat dengan jelas di media-media seberapa besar kebiadaban itu terjadi. Tak ada hal yang dapat kita perbuat untuk mereka, selain hanya dengan do’a dan air mata serta sejumlah kecil bantuan yang tidak seberapa besar dibanding kebutuhan penduduk gaza yang sebenarnya.
Perihnya hati sudah tak tertahan, diiringi do’a penuh harap di setiap sembah sujudku. Semoga tragedi ini dapat segera berlalu.
Ya Alloh.. Berikanlah pertolongan kepada para Mujahid di Palestina
Ya Alloh.. Berikanlah pertolongan kepada para Mujahid di Palestina
Ya Alloh.. Berikanlah pertolongan kepada para Mujahid di Palestina
….
Hancurkanlah mereka (Yahudi) Ya Alloh….
Jangan biarkan sejengkal pun tanah negeri palestina jatuh ke tangan mereka (Yahudi)..
Mengingat tragedi yang terjadi di tanah palestina saat ini, bukan hanya tragedi bagi ummat islam. Melainkan tragedi bagi ummat manusia di seluruh dunia. Betapa dengan mudahnya melakukan pembantaian (holocaust) di depan mata kita sendiri. Dimana para pemimpin dunia yang seharusnya dapat membantu menyelesaikan konflik, tidak melakukan respons yang berarti untuk terselesaikannya konflik di Palestina.
Seorang berkewarganegaraan Amerika pun, merasa terusik hatinya melihat tragedi kemanusiaan ini. Dengan keahliannya sebagai komposer dan produser musik ternama di negaranya, dia membuat sebuah lagu khusus untuk “GaZa”.
Silahkan disimak lirik lagu yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia di bawah ini. Bahkan beliau merelakan lagu yang telah dibuatnya itu untuk didownload oleh semua orang di seluruh dunia. Agar semua orang di seluruh dunia dapat merasakan juga penderitaan rakyat gaza katanya, memberikan alasan mengapa beliau menyebarluaskan lagu ini secara gratis.
Lagu ini dapat di download di http://www.michaelheart.com/sfg/downloads/a22685d/dl.php?file=we_will_not_go_down.mp3
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
============ ========= ====
Terjemahannya …
Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar
Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Ya Allah.... hamba adalah insan yang tidak pantas masuk surgaMU namun hamba juga tidak sanggup masuk nerakaMu maka cukupkanlah hamba dengan RidhaMU
Man ana???
- Mulkismawati
- Teluk Kuantan, Riau, Indonesia
- Saya adalah "Anak Talang" yang selalu rindu perubahan progresif.....
Senin, 07 Juni 2010
Senin, 31 Mei 2010
"Nenek Pemungut Daun"
Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.
Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.
Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.
Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.
"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."
Subhanallah....kalau kita renungkan...betapa banyak aktivitas yang telah kita lakukan selama kita hidup dan betapa banyak pula aktivitas yang terlewatkan dengan penuh gerutu dan tidak ikhlas.Andaikan semua aktivitas yang kita lakukan selalu diiringi dengan sholawat dan menyebut namaNYA...betapa banyak kebaikan yang telah tertanam???? Mari Renungkan Bersama!!!! terutama saya...
Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.
Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.
Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.
"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."
Subhanallah....kalau kita renungkan...betapa banyak aktivitas yang telah kita lakukan selama kita hidup dan betapa banyak pula aktivitas yang terlewatkan dengan penuh gerutu dan tidak ikhlas.Andaikan semua aktivitas yang kita lakukan selalu diiringi dengan sholawat dan menyebut namaNYA...betapa banyak kebaikan yang telah tertanam???? Mari Renungkan Bersama!!!! terutama saya...
Senin, 10 Mei 2010
Bahan Renungan
Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .
Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
* * * * *
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.
NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .
Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
* * * * *
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.
NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!
Sabtu, 13 Maret 2010
TRUE LOVE
Apakah telapak tangan anda berkeringat, hati anda deg2-an, suara anda nyangkut di dalam tenggorokan anda ?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi suka
Apakah tangan anda tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi
Apakah anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang ?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur
Apakah anda menginginkannya karena bagi anda tiada orang yang akan mendampingi anda selain dia?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian
Apakah anda masih bersama dia ketika banyak orang menginginkan anda ?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan
Apakah anda menerima pernyataan cintanya karena anda tidak mau menyakiti hatinya?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan
Apakah anda bersedia untuk memberikan semua yang anda suka untuk dia?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati
Apakah anda cemburu bila dia bicara dengan orang lain selain anda?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi takut kehilangan
Apakah anda mengatakan padanya bahwa dia adalah satu satunya hal yang anda pikirkan ?
-- itu bukan cinta tapi GOMBAL/GAMBUS/BASI!!!
Apakah anda masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan dg kata2 ?
-- Itulah cinta
Apakah anda masih menerima kesalahannya karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya ?
-- Itulah cinta
Apakah anda tertarik pada orang lain, tapi masih bersamanya dengan setia ?
-- Itulah cinta
Apakah anda rela memberikan hati anda, kehidupan anda, dan kematian anda ?
-- Itulah cinta
Apakah hati anda tercabik bila dia sedang sedih ?
-- Itulah cinta
Apakah anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar ?
-- Itulah cinta
Apakah anda ikut terluka bila dia sedang sakit ?
-- Itulah cinta
Apakah anda selalu ingin menyentuhnya, memeluknya karena anda sayang kepadanya ?
-- Itulah cinta
Apakah matanya melihat hati anda yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa anda secara dalam sekali sampai terasa nyeri ?
-- Itulah cinta
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi suka
Apakah tangan anda tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi
Apakah anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang ?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur
Apakah anda menginginkannya karena bagi anda tiada orang yang akan mendampingi anda selain dia?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian
Apakah anda masih bersama dia ketika banyak orang menginginkan anda ?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan
Apakah anda menerima pernyataan cintanya karena anda tidak mau menyakiti hatinya?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan
Apakah anda bersedia untuk memberikan semua yang anda suka untuk dia?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati
Apakah anda cemburu bila dia bicara dengan orang lain selain anda?
-- Hal itu bukanlah cinta, tapi takut kehilangan
Apakah anda mengatakan padanya bahwa dia adalah satu satunya hal yang anda pikirkan ?
-- itu bukan cinta tapi GOMBAL/GAMBUS/BASI!!!
Apakah anda masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan dg kata2 ?
-- Itulah cinta
Apakah anda masih menerima kesalahannya karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya ?
-- Itulah cinta
Apakah anda tertarik pada orang lain, tapi masih bersamanya dengan setia ?
-- Itulah cinta
Apakah anda rela memberikan hati anda, kehidupan anda, dan kematian anda ?
-- Itulah cinta
Apakah hati anda tercabik bila dia sedang sedih ?
-- Itulah cinta
Apakah anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar ?
-- Itulah cinta
Apakah anda ikut terluka bila dia sedang sakit ?
-- Itulah cinta
Apakah anda selalu ingin menyentuhnya, memeluknya karena anda sayang kepadanya ?
-- Itulah cinta
Apakah matanya melihat hati anda yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa anda secara dalam sekali sampai terasa nyeri ?
-- Itulah cinta
Senin, 01 Maret 2010
Ibunda, kenapa engkau menangis????
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada
ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab,
Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si
anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu
menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada
alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap
bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.
"Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,
walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya,
walau, seringkali pula,ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan,
pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk
mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam
situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai
perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah
yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut
olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui
masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab,
bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik
adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali
pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang
diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling
melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar
dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan
yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah
air mata kehidupan".
Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih
hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.
ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab,
Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si
anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu
menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada
alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap
bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.
"Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,
walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya,
walau, seringkali pula,ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan,
pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk
mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam
situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai
perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah
yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut
olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui
masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab,
bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik
adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali
pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang
diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling
melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar
dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan
yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah
air mata kehidupan".
Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih
hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.
Selasa, 02 Februari 2010
Yang Datang Pasti Akan Pergi
Apa pun yang kita kumpulkan,
cepat atau lambat, pasti akan pergi.
Harta yang kita simpan; kehormatan yang kita perjuangkan;
dan semua yang diaku sebagai milik sendiri
selalu mencari jalan keluar dari genggaman kita.
Ibaratnya, arus sungai yang rindu akan lautnya.
Sekuat apapun bendungan menghadang,
air akan menemukan celah untuk meneruskan tetesannya.
Atau, angin akan mengangkat mereka ke awan-awan tebal
dan menjatuhkannya ke atas samudera.
Apa pun yang terjadi,
semua itu akan pergi.
Jika toh mereka tak meninggalkan kita,
suatu saat kitalah yang akan meninggalkan mereka.
Kita akan meninggalkan semua itu.
Karenanya, jangan terburu mengaku beruntung atas segunung harta
atau selangit kehormatan yang kita raih.
Di saat semua itu pergi,
tak selalu pantas kita meratapinya sebagai kemalangan.
Maka, tak ada yang lebih baik selain selalu bersiap melepaskan.
Bagi bendungan, tekanan arus air adalah beban berat.
Bagi kita, tumpukan harta tak kalah beratnya.
Maka, bila ia harus pergi,
relakan kepergiannya.
Ini membuat hati jauh lebih lapang dan ringan.
cepat atau lambat, pasti akan pergi.
Harta yang kita simpan; kehormatan yang kita perjuangkan;
dan semua yang diaku sebagai milik sendiri
selalu mencari jalan keluar dari genggaman kita.
Ibaratnya, arus sungai yang rindu akan lautnya.
Sekuat apapun bendungan menghadang,
air akan menemukan celah untuk meneruskan tetesannya.
Atau, angin akan mengangkat mereka ke awan-awan tebal
dan menjatuhkannya ke atas samudera.
Apa pun yang terjadi,
semua itu akan pergi.
Jika toh mereka tak meninggalkan kita,
suatu saat kitalah yang akan meninggalkan mereka.
Kita akan meninggalkan semua itu.
Karenanya, jangan terburu mengaku beruntung atas segunung harta
atau selangit kehormatan yang kita raih.
Di saat semua itu pergi,
tak selalu pantas kita meratapinya sebagai kemalangan.
Maka, tak ada yang lebih baik selain selalu bersiap melepaskan.
Bagi bendungan, tekanan arus air adalah beban berat.
Bagi kita, tumpukan harta tak kalah beratnya.
Maka, bila ia harus pergi,
relakan kepergiannya.
Ini membuat hati jauh lebih lapang dan ringan.
Minggu, 10 Januari 2010
Hanyalah Hari Ini.
Seorang bijak pernah berkata, bahwa ada dua hari dalam hidup
ini yang sama sekali tak perlu anda khawatirkan.
Yang pertama; hari kemarin. Anda tak bisa mengubah apa pun
yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang
telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan
hari kemarin lewat; lepaskan saja.
Yang kedua: hari esok. Hingga mentari esok hari terbit,
anda tak tahu apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan
apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok
hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja.
Yang tersisa kini hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah
tertutup; pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri
anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal
hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan
ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu
dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah
apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang
abadi.
ini yang sama sekali tak perlu anda khawatirkan.
Yang pertama; hari kemarin. Anda tak bisa mengubah apa pun
yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang
telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan
hari kemarin lewat; lepaskan saja.
Yang kedua: hari esok. Hingga mentari esok hari terbit,
anda tak tahu apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan
apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok
hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja.
Yang tersisa kini hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah
tertutup; pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri
anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal
hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan
ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu
dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah
apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang
abadi.
Langganan:
Postingan (Atom)