Man ana???

Foto saya
Teluk Kuantan, Riau, Indonesia
Saya adalah "Anak Talang" yang selalu rindu perubahan progresif.....

Senin, 28 September 2009

Mawar Untuk Ibu

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat
karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang
tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya,
ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan
sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa
dan dijawab oleh gadis kecil, "Saya ingin membeli setangkai
bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang
lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu."

Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo ikut, aku akan
membelikanmu bunga yang kau mau." Kemudian ia membelikan
gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan
karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk
mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu
melonjak gembira, katanya, "Ya tentu saja. Maukah anda
mengantarkan ke tempat ibu saya?"

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan
gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis
kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang
masih basah.

Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat
sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan
membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang
dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh
250 km menuju rumah ibunya.


jangan tunda Berbuat baiklah kepada orang tua...manfaatkan waktu selagi masih sama2 didunia...

Senin, 03 Agustus 2009

Makna Cinta menurut Plato...


Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu
cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?
Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan
sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali,
kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling
menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta" Plato
pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali
dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun
ranting?"
Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja,
dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali
(berbalik)"
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling
menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih
menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil
ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih
jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting
yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi,
jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,
"Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa
menemukannya?"
Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan
saja. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh)
dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan
tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling
tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu
perkawinan"
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia
kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah
pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi.
Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang
seperti itu?"
Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku
sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan,
ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi
dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa
tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk
menebangnya dan membawanya kesini.
Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk
mendapatkannya"
Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah
perkawinan"

CATATAN - KECIL :

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak
ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika
dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika
pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta,
maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun
yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali.
Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah
cinta apa adanya.

Senin, 27 Juli 2009

Menunggu Cinta = Menunggu Bis

Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. Sebuah bis datang, dan
kamubilang, "Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan enggak bisa duduk nyaman
neh!aku tunggu bis berikutnya aja deh."

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh
bisnya kurang asik nih, enggak bagus lagi.. enggak mau ah.."

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia
tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi
kamu bilang, "Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku". Maka kamu
membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi
ke kantor.

Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat
masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu
salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kau baru
sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Moral dari cerita ini: sering kali seseorang menunggu orang yang
benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang
100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah
bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada
salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.

Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila
ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa
berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya
bergantungpada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju
kantormu,dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang
kosong,kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan
dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis
tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk
masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang
sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia. Lalu
bis seperti apa yang kamu tunggu? :-)

Selasa, 21 Juli 2009

Pantai Kuta di Pulau Padang Singingi....


Kok ingin tahu rasonyo mandi
mandilah katiko siang
kok ingin tahu ancaknyo singingi
poi lah ka pulau padang

sungai salang iyo tanamo
batang salimbiang tasobuik pulo
dunsanak ambo poi la kasiko
alamnyo ancak sungainyo joniah pulo

ditunggu kedatangan bapak Bupati beserta rombongan untukmengadakan kemah bersama disini.....................

Selasa, 09 Juni 2009

Antara Antasari, Manohara, Prita dan cenderamata


Ada ampat berita yang sangat hot akhir2 ini. Diawali dengan tersiarnya kabar keterlibatan Antasarari dalam kasus pembunuhan NZ. Apalagi disinyalir bahwa ada bumbu asmara didalamnya...Apa pelajaran bagi kita? ternyata semakin tinggi suatu pohon semakin kuat angin menerpa....asmara tak datang lewat proposal tapi diundang oleh waktu dan keadaan... yang terpenting mudah-mudahan tidak ada lagi "tungkek yang mambawo robah"....


Lain lagi dengan Manohara.....perempuan cantik berdarah indo yang fasih berbahasa asing tersebut ternyata menemukan "neraka" dalam kehidupan rumah tangganya. Setelah masa mudanya terampas sekarang dia kembali dengan air mata ke Indonesia...apa pelajarannya bagi kita? ternyata menikah dengan orang yang terpandang bukanlah jaminan sebuah kebahagiaan...


Bagaimana pula dengan Ibu Prita Mulya Sari, yang dijebloskan ke penjara karena curhatan hatinya di internet yang dianggap mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit. Aneh....si korban jadi terdakwa....Pihak Rumah Sakit langsung menggugat Prita dengan tuduhan pencemaran nama baik. Tapi kalau dipikir ulang, sebelum kasus ini diangkatkan, orang belum banyak tahu tentang keluhan prita terhadap layanan rumah sakit ini akan tetapi setelah kasus ini diangkatkan justeru semua orang akan tahu dan tentunya juga akan mengancam nama baik.....Nah apa pula pelajaran bagi kita? jangan gegabah mengambil keputusan karena keputusan yang tidak tepat bukannya menyelesaikan masalah tapi malah mendatangkan masalah baru.



Terakhir adalah cenderamata yang diperuntukkan kepada anggota dewan yang bernilai milyaran rupiah dinilai banyak orang adalah hal sangat tidak pantas. Ditengah berkecamuknya persoalan bangsa, krisis multi dimensi yang belum jua kunjung usai, tambah lagi kinerja anggota dewan yang banyak belum rampung adalah alasan yang tepat kalau pemberian cenderamata itu kurang layak. Mereka ada karena suara rakyat, mereka menjadi pejabat karena dukungan rakyat, mereka kaya karena uang rakyat, ketika mau pamitan masak repotin rakyat lagi. Yang pantas itu adalah mereka yang memberikan cenderamata kepada rakyat....jangan hanya mau memberi membarikan bantuan ketika kampanye tapi harus mau pula meninggalkan kenang2an yang berharga ketika mau berpamitan....Pelajaran bagi kita adalah bahwa sampai pada hari ini masih banyak yang menganggap bahwa menjadi wakil rakyat itu adalah mata pencaharian bukan amanah....

Semoga tulisan ini tidak membuat saya digiring ke meja hijau seperti bu Prita..ingat pasal 28 he he.....

Senin, 08 Juni 2009

Antara Pemimpin dan Boss

Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka
tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai boss.

H.Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store
di London yang merupakan salah satu department store terbesar
di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi
seorang 'pemimpin' dan bukan dengan menjadi 'boss'.

Apakah perbedaan antara pemimpin dengan boss? Di bawah ini
adalah perbandingan yang diberikan Gordon Selfridge antara
orang yang bertipe pemimpin dan orang yang bertipe boss.

Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,

Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.

Seorang boss menimbulkan ketakutan;
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.

Seorang boss mengatakan 'aku';
Tetapi seorang pemimpin mengatakan 'kita'.

Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.

Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan;
Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.

Seorang boss menuntut rasa hormat;
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.

Seorang boss berkata, 'Pergi!';
Tetapi seorang pemimpin berkata, 'Mari kita pergi!'.

Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.

Rabu, 03 Juni 2009

Konselor bicara cinta.....

Cinta...ibarat oksigen yang tiada berwarna....tidak dapat dipegang dan diraba...hanya di rasa...

tanpanya hidup terasa hampa....karena oksigen cinta yang membuat nafas tetap berguna...

Karena cinta hidup terasa berbunga-bunga...walau terkadang mudah kuncup sebelum waktunya..

Cinta ibarat bidikan kamera yang bisa mengenai siapa saja...termasuk saya dan anda....


wujudkan cinta dalam bingkai yang sesungguhnya....cinta Allah cinta Rasul adalah diatas segalanya....

walau itu mungkin susah bagi manusia yang cinta dunia....tapi itulah cinta yang sebenarnya.....